Menu Close

Lailatul Qodr Online

SekolahJepang.com, “I’tikaf dimana Pak?” muncul tiba-tiba di YM saya malam ke-22 Romadhon ini. “Mas, di Jepang i’tikafnya bagaimana ?” pertanyaan serupa di malam ke-21 kemarin.


Idul adha 1433 H di matsuyama Jepang by husni yasirinI’tikaf atau berdiam diri di masjid selama 10 malam terakhir di bulan Romadhon adalah dambaan setiap muslim dan seharusnya menjadi menu wajib yang menghiasi detik-detik menyongsong berakhirnya bulan yang penuh barokah ini. Bagaimana tidak ? Akan luar biasa hasil yang didapat bila kita sukses menjalani. Cukup dengan berdiam diri saja, pahala pun mengalir deras, membandingi semua ibadah apapun yang dilakukan oleh kaum muslimin yang berada di luar masjid. Duduk dalam rangka i’tikaf ini setara dengan orang membaca Al Qur’an di malam itu, sholat terawih berkali-kali rokaat, dzikir dan do’a yang tak karuan panjangnya, dll, dengan catatan semuanya dikerjakan di luar masjid. Belum lagi janji Alloh berupa datangnya malam 1000 bulan.

masya-Alloh, segala puji bagi Alloh yang memudahkan hamba-Nya dalam beribadah. Enak banget yo, ming lungguh, entuk pahala uakeh banget'”

Di sini, di Pulau Shikoku ini, bukannya kami tidak mau i’tikaf atau tidak ambil perduli dengannya dengan mendengkur semalaman. Keadaanlah yang memaksa kami begini. Kami hanya memiliki 2 masjid di pulau terbesar ke-4 se-Jepang ini. Itu pun kira-kira 2 jam dijangkau dengan naik kendaraan, numpang mobil teman PPI. Tentu sulit mencapainya di tengah malam bila harus menyusahkan orang lain yang tidak sepaham. Musholla MICC atau aula kampus tempat kami biasa melaksanakan sholat Jum’at juga tidak bisa diharapkan. Statusnya bukanlah masjid. Praktis malam-malam romadhon tahun ini saya lalui dengan suasana berbeda. Tidak ada i’tikaf dan tidak ada pula pengajian semalam suntuk yang diacarakan di masjid untuk menggapai lailatul qodr.

Namun ‘Tidak ada rotan, akar pun jadi.’ Kalaupun tidak bisa i’tikaf, lailatul qodr harus didapat.

Acara pun mulai digelar. Ada pengajian on line asrama makna Al Qur’an setiap malam, penyampaian hadits dan nasehat. Semangat rasanya, tetap bisa ibadah walaupun saling berjauhan. Teman di seberang sana berasal dari Fukuoka, Tokyo, Osaka, Hiroshima, Hongkong, dll. Nylonong 1, 2, 3 orang dari Indonesia. Hampir semuanya senasib sepenanggungan. Bila acara selesai, kami pun melanjutkan ibadah sendiri-sendiri di apartemen hingga subuh tiba. Tapi ya … kalau ngantuk, tidak ada yang ngoprak-ngoprak supaya bangun. Tidak ada ongkek-ongkek, pijet-pijetan, dandangan yang merdu menggugah hati. Apalagi jaburan yang dibagikan di sela-sela pengajian. Hhmm … semuanya serba mandiri, dan  kembali pada seberapa kuat keinginan kita menggapai malam 1000 bulan ini. Seberapa banyak persiapan yang telah kita lakukan sebelumnya.

Allohumma innaka ‘afuwwun kariim, tuhibbul ‘afwa fa’fu anniiin …..

Penulis: Atus Syahbudin

3 Comments

  1. chomsy nurul

    senada dengan cerita ini, di ibukota propinsi Hubei, Wuhan pun hanya ada 3 masjid dan yang terdekat sekitar 1 jam ditempuh dengan bus kota. Itupun beberapa kali saya sengaja mengikuti solat jumat, hanya ada 2 orang wanita, yaitu saya dan penjual sarana ibadah di sekitar masjid. Tidak ada teman utk keluar malam utk pergi ke masjid ataupun pulang di pagi harinya, dan jarak yang ditempuh pun jauh… Jadi sulit bagi saya untuk bisa ber-i’tikaf pada ramadhan tahun ini. Bersyukurlah yang diberi kemudahan untuk mengepolkan ibadah di akhir ramadhan ini.
    Wasalamualaikum wr wb
    NURUL
    Animal Science Departement
    华中农业大学
    Wuhan, Hubei, China

  2. AF

    Wah ternyata beribadah di luar negeri lebih mumet ya jika dibanding prestisnya.maaf saudaraku.Udah hampir 0,5 tahun ini aku di Kediri,JATIM. Alhamdulillah rasanya Ramadahan Seneng Banget.Bisa iktikaf tiap malam,beribadah serasa lebih damai di hati. Merasa lebih dekat dengan pencipta alam semesta.Bener ya kata pak guru.Bahwa kebahagiaan gak datang dari luar negeri,dari jabatan yang berprestise tinggi,ato duit yang gak ada habisnya.TERNYATA KEBAHAGIAAN DATANG DARI HATI.Hati yang iklas,sukur.
    Sukuri saja semua,gak semua orang diberi kesempatan yang sama seperti kalian.Perbanyak doa malam,minta semuannya dan angkat tangan setinggi-tingginya. Kebahagiaan dari ALLOH selalu untuk kalian.

  3. Zia

    Subhanallah. ..
    Bener banget mas, dalam hidup ini yang terpenting menjalaninya dengan ikhlas dan bersyukur, tentunya tidak lupa selalu sholat malam dan perbanyaklah istighfar…, bukankah kita pulang nanti ke Akhirat hanya membawa AMAL IBADAH KITA selama di dunia??? betul khan… AJKH

Tinggalkan Balasan ke chomsy nurul Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

ようこそ, dapatkan artikel terbaru:

Terima kasih, selamat bergabung. Salam hormat kami, Atus Syahbudin & admin bersama SekolahJepang.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox

Join other followers