Ini dia kegiatan hari pertama kelas I SD Jepang

hari pertama sekolah di SD Yuzuki Jepang untuk sekolah jepang

Hari pertama sekolah di SD Jepang

Hari pertama di SD Jepang akan menjadi saat yang menyenangkan, juga sekaligus mendebarkan (doki-doki). Bagaimana tidak? Anak kita akan memakai jas Jepang dengan gagahnya, yang sangat tidak biasa bagi siswa SD di Indonesia. Jangan kan siswa SD, para mahasiswa S1 pun belum tentu memiliki jas πŸ˜€ Kesenangan pun bertambah dengan tas Jepang, kotak pensil shinkanzen, dll. Namun bagi yang baru pertama kali berteman dengan anak Jepang, wah mungkin takut dan berdebar-debar. Bahasa Jepang, buku-buku Jepang dan wajah-wajah Jepang akan menghiasi ruang kelas SD Jepang di hari pertama ini.


A. Ruang kelas

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, pukul 09.30-09.50 waktu Jepang merupakan saat di depan meja administrasi di depan kelas. Siswa baru kelas I akan dipasangkan papan nama oleh kakak kelas dan didampingi masuk ke dalam ruang kelas, dituntun dan ditunjukkan tempat duduknya. Setiap meja sudah diberi nama siswa dalam hiragana dan nomor urut presensinya.

B. Hall SD Yuzuki Jepang

Di pagi hari para orang tua siswa boleh mendampingi beberapa saat di dalam kelas. Setelah itu, kita harus meninggalkan ruang kelas menuju hall penyambutan siswa kelas 1 SD Jepang. Siswa baru tetap tinggal di dalam kelas. Hall terbagi menjadi 4 bagian, yakni:

1. Bawah panggung akan ditempati oleh semua siswa baru kelas I. Mereka menjadi pengantin di hari ini πŸ™‚ Senang dan berdebar-debar, kira-kira begitu sesuai lagunya.

2. Kanan dan kiri panggung merupakan tempat bagi para orang tua siswa baru. Tempat ini cukup untuk Bapak dan Ibu. Untuk mendapatkan hasil foto terbaik, sebaiknya berangkat lebih awal dan mencari tempat duduk paling depan. Kursi-kursi di sini TIDAK diberi nomor dan nama. Hanya saja kita perlu mengetahui anak kita di sebelah kiri atau kanan panggung. Nah, ini sesuai dengan gumi kelas anak kita. Apakah kelas 1.1, 1.2. ataukah 1.3? Kita bisa bertanya pada guru yang berada di dalam hall tersebut.

3.Β  Di depan panggung menjadi tempat bagi siswa kelas 2 yang ikut merayakan hari pertama kelas I SD Jepang. Mereka akan turut menyanyikan lagu wajib ichi nen sei. Kakak kelas juga akan mempersembahkan beberapa drama gerak dan lagu untuk menyemangati siswa baru kelas 1. Bahwa kami senang bersekolah di sini. Ada mainan ini, pelajaran itu, teman ini, dll.

4. Bagian terakhir adalah tempat bagi kepala sekolah, guru-guru dan semacam komite sekolah. Posisinya di sebelah kiri pintu masuk. Memang agak di belakang.

Upacara penyambutan siswa baru kelas I SD Jepang akan terasa begitu menyentuh, khususnya bagi para orang tua saat melihat sang buah hati berjalan masuk bersama teman-teman Jepang-nya. Belum lagi iringan musik dan tepuk tangan para kakak kelas dan orang tua (silahkan melihat kembali video di atas). Saat masuk hall, setiap anak baru kelas 1 digandeng oleh kakak kelasnya (kelas 2?) sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan. “Ini lho kamu di SD ini sudah punya teman, minimal saya yang menggandeng kamu πŸ™‚ Jangan takut ya

Siswa baru kelas 1 pun duduk satu per satu di depan panggung sesuai arahan kakak kelas yang menggandengnya. Sambutan kepala sekolah membuka pertama kali acara penyambutan ini, disusul beberapa drama gerak dan lagu yang dimainkan kakak kelas. Salut deh kerja keras para guru mengajari mereka. Tidak ketinggalan juga lagu wajib ichi nen sei disajikan di paruh waktu berikutnya. Di penghujung acara, saat siswa baru kelas 1 meninggalkan hall, iringan musik dan tepuk tangan pun kembali terdengar. Omedetou!

C. Pembagian buku sekolah

Rombongan siswa baru kelas 1 khususnya 1.2 dan 1.3 selanjutnya memasuki ruang kelas untuk menerima penjelasan dari guru wali kelas. Buku-buku Jepang, selebaran promosi Jepang, dan berbagai perlengkapan penunjang belajar lainnya diberikan juga saat itu. Semuanya serba Jepang! Jadi, siap-siap untuk bertanya πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ O iya, orang tua boleh ikut masuk mendampingi di dalam kelas, bahkan di sisi tempat duduk anaknya πŸ™‚

D. Sesi foto

Sesi foto berlangsung sesaat setelah upacara penyambutan selesai. Menurut saya ini menjadi bagian yang sangat PENTING, yang tidak boleh terlewatkan. Kenangan indah bersama teman-teman Jepang lengkap dengan kedua orang tua Jepang.Β  Ada yang memakai kimono, jas hitam hitam, atau pakaian kesukaan lainnya. Kita pun jangan mau ketinggalan kan? Memakai batik juga boleh lho πŸ™‚

Nah, perlu waktu sejenak buat panitia dan juru foto profesional (bukan staf sekolah) untuk mengatur tempat duduk. Tahun 2010 lalu kelas 1.1 mendapatkan giliran pertama pengambilan foto. Lalu 1.2 dan 1.3.Β  Bersiap-siap saja, masih cukup waktu juga jika ingin berhias di kamar mandi SD Jepang.Β  Jepret, jepret, jepret, selesai.

Jangan lupa sebelum pulang cek semua buku dan peralatan yang dibagikan oleh sekolah. Masihkah ada yang belum lengkap?

OMEDETOU GOZAIMASU!

Penulis:Β Atus Syahbudin


36214 x dibaca πŸ™‚ Sahabat punya cerita di tempat lain, yuk kirimkan artikelnya via email ke berita@sekolahjepang.com.

Share SHARE

Rajin Membaca Pangkal Pandai, silahkan Sahabat :

Persiapan sekolah dan tinggal di Jepang
Certificate of Eligibility (CoE) Sekolah Jepang
Bagaimana memberikan presentasi yang baik dan efektif?
A Trip Going to Dutch
Menjadi Sahabat Sekolah Jepang
Festival Dogo Onsen di Ehime (Musim Semi)
Anakku masuk SD Jepang, persiapan apa ya?
Mereka TIDAK MENJARAH saat gempa Jepang terjadi
Beasiswa Jepang (MONBUKAGAKUSHO) 2012 untuk Lulusan SLTA
Ini dia alasan tepat ikut ichiji-hoiku (一時保育/temporary day care)
Mengapa & bagaimana perayaan kelulusan SD Jepang?
Corat Coret Lulus Sekolah ala Jepang vs Indonesia
Bagus mana pendidikan Jepang atau Finlandia? (Bagian IV)
Penerimaan Siswa SD Jarak Jauh Jepang-Indonesia TA 2013-2014
Apakah Syarat Kelulusan S3 di Universitas Jepang?
Pengiriman Barang Pindahan Mahasiswa dari Jepang ke Indonesia. Ini Dia Sejarahnya!
Beasiswa Sekolah S2-S3 Jepang via LPDP Depkeu-Kemdikbud-Depag untuk Umum Sepanjang Tahun
Download Pedoman Beasiswa Pendidikan Luar Negeri S2-S3 DIKTI KEMDIKNAS
Pengurus Baru Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Bisa Apa dalam 2 Bulan?
Bantuan Langsung Sementara Masyarakat di Jepang
Wawancara LPDP 2016 Mulai Berbahasa Inggris