Bagus mana pendidikan Jepang atau Finlandia? (Bagian III)

Karakteristik Sistem Pendidikan Finlandia


5. Tidak Ada Kompetisi

Sistem pendidikan Finlandia juga tidak mengenal namanya kompetisi. Ga ada main peringkat, ranking-ranking-an, juara 1 juara 2 dan seterusnya. Tidak ada daftar sekolah terbaik atau guru terbaik di Finlandia. Pendorong utama dari kebijakan pendidikan bukanlah persaingan antar guru dan antar sekolah, tapi KERJA SAMA .

Tidak adanya persaingan pada pendidikan publik di Finlandia sehingga guru yang terbaik tidak dapat ‘dicuri’ untuk bekerja bagi sektor swasta. Mereka tidak mengukur prestasi hanya untuk memberi label pada siswa. 

Bahkan bisa dibilang, Finlandia memandang kompetisi dalam lingkungan pendidikan merupakan konsep yang destruktif. Mental anak-anak dapat dihancurkan oleh evaluasi terus-menerus dan membuat anak-anak ini sendiri percaya bahwa mereka tidak cukup baik. Bagi Finlandia, ketika anak-anak dapat unggul pada apa yang mereka dapat lakukan dengan baik, bukan diukur untuk memenuhi standar, mereka dapat menghasilkan performa yang terbaik. Anak-anak harus diberikan pendidikan sehingga mereka dapat berkembang terlepas dari bakat mereka. 

Tujuan pendidikan seyogianya dapat membentuk siswa menjadi manusia yang lebih baik yang menghargai diri mereka sendiri dan dapat bernavigasi dalam kehidupan tanpa berpikir bahwa mereka lebih ‘pintar’ atau sebaliknya, tidak berharga.  Oiya, siswa dengan development disorder ataupun penyandang cacat lainnya diletakkan pada kelas yang sama dengan siswa umum lainnya lho.

6. Variasi Pilihan Sekolah yang Sedikit

Di sini, orang tua sibuk mencarikan sekolah terbaik untuk anaknya, masuk sekolah swasta yang menterenglah, universitas negeri di pulau Jawa. Di Finlandia, pilihan sekolah tidak lagi menjadi prioritas utama. Pilihan sih ada, tapi ya variasinya sama saja.

Puluhan tahun lalu, ketika sistem sekolah Finlandia sangat membutuhkan reformasi, tujuan dari program yang diterapkan Finlandia, yang mengantarkan Finlandia pada kesuksesan saat ini, bukanlah mengejar keunggulan akademis (excellence), tapi KESETARAAN (equity).

Sejak 1980-an, pendorong utama kebijakan pendidikan Finlandia adalah pemikiran bahwa setiap anak harus memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, terlepas dari latar belakang keluarga, pendapatan, atau lokasi geografis. Pendidikan utamanya bukanlah cara untuk menghasilkan pemain bintang, tetapi sebagai alat untuk meratakan kesenjangan sosial. 

Dalam pandangan Finlandia, sekolah harus sehat, lingkungan yang aman untuk anak-anak. Hal ini dimulai dengan yang dasar. Finlandia menawarkan semua murid makanan sekolah gratis, akses mudah ke perawatan kesehatan, konseling psikologis, dan bimbingan individual siswa. 

Malahan, karena keunggulan akademis bukanlah prioritas khusus bagi Finlandia, ketika para pelajarnya meraih skor begitu tinggi pada survei PISA pertama pada tahun 2001, banyak warga Finlandia mengira, “Ah, ngaco tuh hasil survei nya”. Namun, hasil tes PISA selanjutnya mengkonfirmasi bahwa Finlandia (tidak seperti, katakanlah, negara-negara serupa seperti Norwegia) berhasil menciptakan keunggulan akademik melalui fokus kebijakan pada kesetaraan.

Berikut testimoni salah satu siswa Finlandia.

Saya adalah pelajar usia 18 tahun Finlandia (bilingual bahasa Finlandia dan bahasa Inggris). Saya adalah siswa dengan performa yang selalu baik. (Dalam ujian matrikulasi, saya meraih nilai yang tinggi, masuk ke 5% siswa skor tertinggi di Finlandia). Saya dididik dengan sistem pendidikan Finlandia hampir seumur hidup saya, kecuali masa 3 tahun dalam program International Baccalaureate. 

Program IB menekankan apa yang disebut dengan siswa “berprestasi”. Bagi saya, ini adalah lingkungan belajar yang penuh stres. Mengatur fokus pada pekerjaan sekolah sulit bagi saya, ketika hanya murid bintang kelas yang benar-benar mendapat perhatian guru dan sisanya dibiarkan berjuang sendiri. Keadaan ini membuat masing-masing murid beradu satu sama lain – saling tinggi-tinggian nilai ujian (Wow, padahal di sini pemadangan sehari-hari tuh). 


Saya meninggalkan program IB setelah tiga tahun, persaingan yang tinggi tidak memberi saya kesempatan lagi untuk sukses dibandingkan dengan pendekatan Finlandia yang ramah. Minat tertentu dan bakat saya selalu diakui oleh guru saya. Guru Finlandia fokus pada menjaga standar kelompok, bekerja sama dengan masing-masing murid. Para siswa yang dirasa lebih sulit mengikuti materi, menerima perhatian dan bantuan yang mereka butuhkan secara individual. Ini tidak berarti bahwa siswa berbakat menjadi tertahan, malah sebaliknya. Guru Finlandia menerima kenyataan bahwa satu kelas terdiri dari berbagai individu dengan tahap perkembangan intelektual yang berbeda. Suasana seperti ini sangat menguntungkan, dan bagi perfeksionis seperti saya, lingkungan ini lebih mudah untuk melakukan yang terbaik. 


Sekolah Finlandia memiliki kurikulum nasional yang hadir untuk memberikan guru kebebasan lebih. Ya, saya tahu kedengarannya bertentangan, namun kurikulum hanya menyatakan dengan jelas apa yang harus diajarkan dan diraih sekolah untuk masing-masing kelompok usia. Tidak ada aturan untuk urutan atau metode yang terlibat. Hal ini memungkinkan untuk setiap guru untuk meng-cover setiap topik dengan cara yang menurut mereka menguntungkan dan masuk akal.

BersambungBagus mana pendidikan Jepang atau Finlandia? (Bagian IV)

SumberLupakan Amerika, Pendidikan di Finlandia yang Terbaik Sedunia dengan sedikit editing.

 

33345 x dibaca 🙂 Sahabat punya cerita di tempat lain, yuk kirimkan artikelnya via email ke berita@sekolahjepang.com.

Share SHARE

Rajin Membaca Pangkal Pandai, silahkan Sahabat :

PPI AIDAI (komsat Ehime University), Korda Shikoku, Jepang
Agama punya Kitab Suci, Prefecture Jepang punya aturan
Kunjungan Kelas dan Festival Budaya di SD Saijo Jepang
Mensyukuri Indonesia kita (menetapi ibadah)
Petik jeruk Jepang di Muchachaen
Kartu KREDIT di Jepang
Temanku di dunia maya Jepang
Bagaimana memberikan presentasi yang baik dan efektif?
お歳暮 'oseibo' dari Keluarga Kuramoto San
'Nyambi' Tukang Cerita Jepang: "Batu Nisan Ikan Paus"
Mereka TIDAK MENJARAH saat gempa Jepang terjadi
Selamat bersenang-senang di kelas I SD Jepang!
Bahasa Jepang - Bahasa Indonesia (kosakata 1)
Bahasa Jepang - Bahasa Indonesia (apa, siapa, berapa, mengapa)
Bagus mana pendidikan Jepang atau Finlandia? (Bagian I)
Ini dia alasan tepat ikut ichiji-hoiku (一時保育/temporary day care)
Festival Dougo Mulai Lagi: Festival Pemandian Air Panas Tertua di Pulau Shikoku
Corat Coret Lulus Sekolah ala Jepang vs Indonesia
Pengiriman Barang Pindahan Mahasiswa dari Jepang ke Indonesia. Ini Dia Sejarahnya!
Bantuan Langsung Sementara Masyarakat di Jepang
Apa sajakah persiapan menghadapi ujian S3 di Jepang?