Pengurus Baru Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Bisa Apa dalam 2 Bulan?

Capaian Persatuan Pelajar Indonesia Jepang Universitas Ehime 2013 vs 2009-2012

Gambar Contoh Capaian Program Kerja PPI antar Periode Kepengurusan (atas) dan Capaian milis anggota PPI antar Periode Kepengurusan (bawah)

Pengurus baru PPI di mana pun berada, wabil khusus PPI Jepang Komisariat Ehime, selamat kami ucapkan atas capaiannya hingga hari ini. Ya, selamat atas kerja kerasnya dalam 2-3 bulan terakhir ini. Pengabdian rekan-rekan PPI dengan sukarela (baca: gratis, tanpa dibayar) harus diapresiasi dan dibesar-besarkan. Oleh siapa? Antar sesama pengurus hendaknya saling menghargai dan saling memuji, semua anggota turut mengangkat topi, apalagi jajaran dewan penasehat dan para senior. Dan tulisan sederhana hasil curi waktu di tengah kejaran disertasi ini sejalan dengan maksud tersebut.  

Awal periode kepengurusan PPI, pasca terpilihnya ketua baru, seringkali dihantam dengan isu komposisi kepengurusan baru yang adil dan mewakili semua pihak, dilanjutkan dengan jeda perkenalan antar pengurus dan rapat program kerja guna penyamaan frekuensi setiap pengurus. Dua bulan pertama PPI bisa apa? Tengoklah jawabannya dari para pendahulu kita: para mantan pengurus PPI yang meninggalkan setumpuk laporan dan cerita dari masa ke masa. Sempatkanlah mencermati gambar tanggung di atas untuk belajar sambil membandingkan.  

Selamat! , Wabil khusus PPI Jepang Komisariat Ehime 2013-2014 yang dalam 2 bulan ini berhasil membuat banyak terobosan baru: 1) audiensi dengan pimpinan kantor internasional universitas; 2) raker di gedung internasional universitas plus fasilitasnya; 3) menginisiasi kuliah online memanfaatkan pipa lebar internet GDLN; 4) mempererat warga PPI via klub bersepeda MCC (bahkan sudah 7x putaran dalam 2 bulan); 5) menembus koran di Indonesia dan TV NHK Jepang; 6) Mempercantik wajah website PPI, serta hal-hal lainnya.  

Sekali lagi selamat! Tidak hanya bagi PPIJ Komsat Ehime, namun bagi seluruh PPI sedunia. Pujian selalu mendatangkan semangat baru. Bukti bahwa pengabdian kita benar-benar bermanfaat bagi orang lain, bahkan dihargai. Teruslah mengabdi dan teruslah bersemangat tanpa pamrih. Semuanya tidaklah sia-sia, karena banyak hal yang bisa didapatkan di luar laboratorium, di luar kesibukan sebagai mahasiswa/pelajar PPI. Janganlah putus semangat apabila kritik datang menghunjam, anggota tidak datang meramaikan, atau bahkan meremehkan dan menjatuhkan. Itu adalah bukti bahwa mereka memperhatikan kita, manakala kita tidak memikirkan mereka.

Akhir kata, minimal 2 hal yang harus diingat:

1. Program kerja selalu harus dijalankan dan dievaluasi. Sudahkah indikator keberhasilan suatu program kerja ditentukan? Gambar di atas adalah contoh sederhana tentang kesuksesan milis yang berkait dengan jumlah posting para anggota PPI. Belum puas dengan indikator ini? Cobalah cari indikator yang lebih mendekati lagi.

2. Jalan masih panjang Sahabat. Jangan lupa jaga stamina, karena pepatah bilang “membuat adalah mudah, tidak sesulit ketika harus telaten dan sabar merawatnya”. Hari demi hari, minggu demi minggu harus telaten dan bersabar dengan semua pengurus dan anggota PPI.

Semoga saja mendung hitam dan badai besar PPI tidak datang menghadang di tengah-tengah kewajiban kita sebagai mahasiswa/pelajar. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, kelancaran dan kesuksesan hingga akhir kepengurusan 🙂 aamiin.  

Penulis: Atus Syahbudin

11550 x dibaca 🙂 Sahabat punya cerita di tempat lain, yuk kirimkan artikelnya via email ke berita@sekolahjepang.com.

Share SHARE

Rajin Membaca Pangkal Pandai, silahkan Sahabat :

Kunjungan Kelas dan Festival Budaya di SD Saijo Jepang
Persiapan sekolah dan tinggal di Jepang
Happy Idul Adha 1429 H di Ehime
Bagaimana memberikan presentasi yang baik dan efektif?
Summer Romadhon 2009 di Matsuyama Jepang
Romadhon 1430 di Jepang akhirnya usai, Alhamdulillaah ...
Anakku masuk SD Jepang, persiapan apa ya?
Update segera data PPI dan Kenshusei, sebelum Gempa Jepang datang lagi!
Mereka TIDAK MENJARAH saat gempa Jepang terjadi
Lomba Video klip 15 detik: 'From Indonesia with Love: Ganbare Nippon!'
Belajar (lagi) musyawarah untuk mencapai mufakat di PPI Aidai
From Indonesia with love, 頑張れ日本!
Bagus mana pendidikan Jepang atau Finlandia? (Bagian I)
Ini dia alasan tepat ikut ichiji-hoiku (一時保育/temporary day care)
Bagus mana pendidikan Jepang atau Finlandia? (Bagian IV)
Studi Banding SD Jepang: "Ini SD lho, bukan universitas!"
Apakah Syarat Kelulusan S3 di Universitas Jepang?
Bantuan Langsung Sementara Masyarakat di Jepang
Apa sajakah persiapan menghadapi ujian S3 di Jepang?
Mau Tahu Rasanya Ujian Doktor (S3) di Jepang?
HUT RI ke-68 & Andil Diaspora Indonesia di PPI Jepang