HUT RI ke-68 & Andil Diaspora Indonesia di PPI Jepang

Malam kemerdekaan tahun ini terasa spesial, karena beberapa kejadian tak terduga tak mau ketinggalan. Mulai dari Tokyo hingga Kobe, bahkan sampai Kansai International Airport (KIX). Pembicaraan saya dengan mantan Ketua PPI Jepang Korda Kansai tadi malam adalah salah satu yang cukup berkesan. Penuh kehangatan setelah lama tidak bertatap muka pasca lengser dari PPI Jepang. Canda dan tawa 😀 tentang kenangan masa lalu (baca: sepak terjang rekan-rekan pengurus PPI Jepang); mengenai gejolak Mesir dan kakak kelas Jokowi; rahasia dan keberuntungan di balik suksesnya suatu kepemimpinan; serta tentang amanat Kongres PPI Jepang yang bergeser ke bulan September 2013.

Tidak ketinggalan pula andil Diaspora Indonesia di Jepang.sempat dibicarakan. Ini dia sedikit petikannya:

atus syahbudin dan Hengki Kansai Hanggoro Tri RSebagai bagian dari diaspora Indonesia, keberadaan lebih dari 2000 mahasiswa yang tergabung dalam PPI Jepang sebenarnya dapat menjadi sumbangsih besar bagi tanah air. Kesempatan menimba ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya, serta jalinan jejaring kelas dunia sangatlah terbuka lebar di Jepang. Belum lagi tingginya idealisme dan kelebihan dana beasiswa dapat menjadi senjata pelengkap semuanya tadi. Jelaslah kita sangat beruntung menjadi bagian diaspora Indonesia di Jepang! Tetapi fokusnya bukanlah di situ. Uluran tangan kita sangatlah dinantikan oleh Bangsa Indonesia wabil khusus guna pemutusan rantai kemiskinan selama ini. Isu ini menjadi penting seiring perayaan HUT RI ke-68 dan penyelenggaraan Kongres Diaspora Indonesia ke-2 di Jakarta (Minggu-Selasa/18-20 Agustus 2013). Tambah usia, tambah dewasa bukan? Tambah percaya diri, tambah maju dan tambah sejahtera. Semoga 🙂

Yang teranyar, langkah PPI Jepang Komisariat Kobe menasionalisasikan beasiswa tunas Indonesia patut diapresiasi. Mereka rela melepas identitas PPI Kobe agar geraknya semakin luwes dan kencang, menerabas sekat-sekat komisariat dan korda di PPI Jepang. Harapannya donasi lebih berlimpah, keterlibatan pengelola lintas komsat/korda semakin meningkat dan pastilah jumlah siswa penerima beasiswa dapat membludak. Hilirnya rantai kemiskinan dapat dituntaskan. Sebenarnya cerita mengenai beasiswa dari PPI Jepang bukanlah barang baru. Tengok saja Pondok Beasiswa yang menyajikan berbagai beasiswa dari semua komsat/korda di PPI Jepang. Hanya saja, langkah nasionalisasi ini begitu mengesankan saya. Ada apa sebenarnya? 

bersambung ….

Penulis: Atus Syahbudin       

12590 x dibaca 🙂 Sahabat punya cerita di tempat lain, yuk kirimkan artikelnya via email ke berita@sekolahjepang.com.

Share SHARE

Rajin Membaca Pangkal Pandai, silahkan Sahabat :

PPI AIDAI (komsat Ehime University), Korda Shikoku, Jepang
Kunjungan Kelas dan Festival Budaya di SD Saijo Jepang
Happy Idul Adha 1429 H di Ehime
PPI Aidai (Ehime University) dalam lensa 2008
Bagaimana memberikan presentasi yang baik dan efektif?
Romadhon 1430 di Jepang akhirnya usai, Alhamdulillaah ...
A Trip Going to Dutch
Beasiswa Sekolah Jepang: Yasuda Scholarship Foundation
Pemberitaan Media Nasional TIDAK Profesional Terkait Bencana di Jepang 2011
Mereka TIDAK MENJARAH saat gempa Jepang terjadi
Lomba Video klip 15 detik: 'From Indonesia with Love: Ganbare Nippon!'
Ini dia kegiatan hari pertama kelas I SD Jepang
Bagus mana pendidikan Jepang atau Finlandia? (Bagian I)
Bagus mana pendidikan Jepang atau Finlandia? (Bagian II)
Bagus mana pendidikan Jepang atau Finlandia? (Bagian IV)
2 Cara Jitu Menjalin Hubungan Sekolah Jepang dan Sekolah Indonesia
Pengurus Baru Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Bisa Apa dalam 2 Bulan?
Bantuan Langsung Sementara Masyarakat di Jepang
Mau Tahu Rasanya Ujian Doktor (S3) di Jepang?
BELAJAR ZONASI PSB DI JEPANG
Wuih Keren: Wawancara Beasiswa LPDP Makin Komprehensif