Wawancara LPDP 2016 Mulai Berbahasa Inggris

beasiswa Pendidikan Indonesia LPDP wajib berbahasa InggrisMasih inginkah bersekolah di luar negeri dengan Beasiswa Pendidikan Indonesia/LPDP? Nah, mulai 2016 ini bersiap-siaplah ekstra, karena peserta wajib cas cis cus berbahasa Inggris di hadapan 3 orang pewawancara, salah satunya psikolog. Hal yang sama juga pada saat LGD dan penulisan essay, para peserta haruslah secara penuh menggunakan Bahasa Inggris.

Pada tahun 2016 Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menargetkan akan menerima 5.000 calon mahasiswa penerima beasiswa. LPDP sangat optimis mampu mencapainya mengingat di tahun 2015 angka tersebut sudah mencapai 4.560 orang penerima beasiswa LPDP. “Dalam 2,5 tahun terakhir beasiswa yang LPDP berikan sudah 9.145,” ujar Abdul Kahar, Direktur Dana Kegiatan Pendidikan LPDP di Hotel Grand Zurry BSD Serpong, 17/2/2016.

Dari 5.000 calon penerima beasiswa LPDP, 3.000 beasiswa (60%) di antaranya dialokasikan akan bersekolah di dalam negeri. Hal ini sesuai dengan arahan Wapres Yusuf Kala bahwa LPDP agar memaksimalkan potensi perguruan tinggi Indonesia. Dengan demikian, perguruan tinggi dalam negeri terus berbenah sambil mengembangkan program joint degree atau double degree. Sisanya yang 2.000 beasiswa (40%) akan diberikan untuk mendukung calon mahasiswa yang ingin bersekolah ke luar negeri.


Kesempatan lebar bersekolah di luar negeri via beasiswa LPDP nampaknya mendorong beberapa pihak mulai mencari keuntungan bisnis dan cara-cara yang tidak jujur. LPDP bahkan telah menemukan lebih dari 100 sertifikat TOEFL atau IELTS peserta seleksi beasiswa LPDP yang palsu. Wow jumlah yang tidak sedikit bukan. Tes TOEFL dengan menggunakan joki pun pernah dijumpai. Kejujuran peserta pun menjadi tantangan tersendiri untuk dikuak sedalam-dalamnya oleh LPDP dan para pewawancara.

Kini bersiap-siaplah dengan ekstra, karena mulai 2016 semua tahapan seleksi wawancara, LGD dan penulisan essay wajib menggunakan Bahasa Inggris. Hal ini tentunya hanya diberlakukan bagi calon mahasiswa yang berminat meneruskan sekolah di luar negeri. Lalu bagaimanakah dengan peserta beasiswa LPDP via jalur afirmasi? Mereka adalah para calon mahasiswa yang juga dari daerah 3T Indonesia: Tertinggal, Terdepan dan Terluar. Siapkah mereka? Mampukah mereka?

Penulis: Atus Syahbudin

133 x dibaca 🙂 Sahabat punya cerita di tempat lain, yuk kirimkan artikelnya via email ke berita@sekolahjepang.com.

Share SHARE

Rajin Membaca Pangkal Pandai, silahkan Sahabat :

PPI AIDAI (komsat Ehime University), Korda Shikoku, Jepang
Kunjungan Kelas dan Festival Budaya di SD Saijo Jepang
Persiapan sekolah dan tinggal di Jepang
Bagaimana memberikan presentasi yang baik dan efektif?
A Trip Going to Dutch
Beasiswa Sekolah Jepang: Yasuda Scholarship Foundation
Mereka TIDAK MENJARAH saat gempa Jepang terjadi
Beasiswa Jepang (MONBUKAGAKUSHO) 2012 untuk Lulusan SLTA
Ini dia alasan tepat ikut ichiji-hoiku (一時保育/temporary day care)
Kateihoumon: Kunjungan Guru Wali Kelas Jepang ke Rumah Orang Tua Siswa
Bagus mana pendidikan Jepang atau Finlandia? (Bagian II)
Bagus mana pendidikan Jepang atau Finlandia? (Bagian III)
Studi Banding SD Jepang: "Ini SD lho, bukan universitas!"
Penerimaan Siswa SD Jarak Jauh Jepang-Indonesia TA 2013-2014
Apakah Syarat Kelulusan S3 di Universitas Jepang?
2 Cara Jitu Menjalin Hubungan Sekolah Jepang dan Sekolah Indonesia
Pengiriman Barang Pindahan Mahasiswa dari Jepang ke Indonesia. Ini Dia Sejarahnya!
Download Pedoman Beasiswa Pendidikan Luar Negeri S2-S3 DIKTI KEMDIKNAS
Bantuan Langsung Sementara Masyarakat di Jepang
Apa sajakah persiapan menghadapi ujian S3 di Jepang?
Wuih Keren: Wawancara Beasiswa LPDP Makin Komprehensif