Blue Lagoon: Mandi dan Tubing di Sungai Sepuas-puasnya


.
Penasaran dengan blue lagoon? Kayak apa sih tempatnya? Dengar-dengar blue lagoon adalah sebuah bendungan yang di bawahnya ada wahana air untuk berenang 🙂

Alhamdulillah hari ini keluarga pendhowo berkesempatan mengunjunginya pas hari libur nasional pilkada serentak. Lokasinya tak jauh dari rumah, Hanya sekitar 15 menit berkendaraan. Blue lagoon berada di Dusun nDalem, Kelurahan Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman. Merupakan objek wisata yang berada di daerah aliran Sungai Tepus, yang merupakan anak Sungai Kuning tempat lahar merapi mengalir. Hampir mirip dengan obyek wisata Lava Bantal di Berbah yang mana banyak bebatuan sungai khas Gunung Merapi, namun Blue Lagoon lebih eksotik dengan rumpun-rumpun bambu, pohon-pohon besar yang menjulang, gemericik air dam dan pancuran alami nan asri. Dan lebih puas buat bertubing karena medannya tidak terlalu terjal.

Dari pembicaraan dengan ibu penjaga warung, tempat ini baru ramai sekitar 3 tahun terakhir. Awalnya adalah dam dengan sungai cantik nan jernih yang biasa dimanfaatkan penduduk untuk mandi dan mencuci. Keelokannya cukup penduduk sekitar yang puas menikmatinya.
Alkisah, ada seorang mahasiswa yang indekost di rumah salah seorang penduduk. Suatu hari, air di rumah kostnya tidak mengalir entah karena pemadaman listrik dari PLN atau hal lain. Nah, oleh Sang Ibu Kos,mahasiswa ini diajak mandi di sungai. Bayangan saya, pertama kali melihat sungai ini dia pastilah begitu terpesona. Betapa tidak? Airnya jernih, pemandangan alamnya eksotik, dan gemericik air laksana musik alam nan merdu.

Dari situ, dia mengajak teman teman kuliahnya untuk main ke sungai ini. Dan dalam perjalanan waktu, mahasiswa ini memberi nama tempat ini “Blue Lagoon“, jelas ibu penjaga warung. Dugaan saya lagi, lewat media sosiallah tempat ini menjadi dikenal khalayak luas, sehingga saat ini pengunjungnya ramai, terutama di hari libur. Nampak motor yang diparkir sekitar 50-an dan 10 mobil. Jika dikira-kira secara kasar, ada 150-an pengunjung. Lumayan buat menambah pendapatan masyarakat sekitar. Harga tiket masuk dipatok Rp 5.000/orang, biaya parkir motor Rp 2.000, sedangkan mobil Rp 5.000.

Kata anak pertama saya yang pernah mengunjungi tempat ini sekitar 1,5 tahun yang lalu, saat ini sudah nampak penataaan yang lebih bagus. Dahulu, akses masuk menuju lokasi sungai masih terhalang oleh rumpun bambu. Namun kini nampak telah rapi. Ada jalan setapak yang lumayan lebar dengan pagar dari bambu. Beberapa warung pun dilokalisir agar lebih tertata. Sarana toilet, tempat ganti ,tempat penitipan barang dan persewaan pelampung dan ban, tempat parkir dan loket masuk pun telah ada.Meski masih sangat sederhana adanya.
Lantas apa yang dapat menjadi kenangan yang mengesankan di tempat ini? Ya, tubing adalah jawabannya. Kalau sekedar berenang barangkali kurang begitu memuaskan. Karena di dasar sungai bamyak batu merapi yang besar. Tapi jika kita ber-tubing ria, pastilah menjadi kenangan yang sensasional. Dengan mengenakan pelampung dan ban sebagai pengaman, kita relaxkan badan ke dalam ban dan kaki mengambang di air, biarkan air membawa kita ke mana dia hendak mengalir. Sesekali, nikmati benturan benturan kecil dengan batu, tersangkut di batu besar, teronggok di pinggir sungai dan !endapati akar akar pohon besar yang meliuk cantik.Terus saja mengalir, tengadahkan wajah ke atas, rilekskan pikiran, dan nikmati pemandangan atas kita. Akan terekspose dengan jelas betapa paduan musik alam si gemericik air, cahaya matahari yang menembus menjulangnya pepohonan besar, hijaunya dedaunan, dan eksotiknya akar akar yang menghiasi sepanjang pinggir sungai. Asal kita menggunakan teknik tubing yang benar, yakni rilekskan badan, sementara kaki waspada mencari jalan yang aman, kita tak akan terluka oleh sandungan kerikil tajam maupun bebatuan besar. Dan hasilnya, sungguh terasa seperti di surga. Hahaha, ssst ada yang protes, kayak udah pernah masuk surga aja!

Beneran! Swear! Rasakan saja sendiri bila tak percaya.
Ntar ya to be continued...

Penulis: Mrs. Friday

26 x dibaca 🙂 Sahabat punya cerita di tempat lain, yuk kirimkan artikelnya via email ke berita@sekolahjepang.com.

Share SHARE