Menu Tutup

Kateihoumon: Kunjungan Guru Wali Kelas Jepang ke Rumah Orang Tua Siswa


Jadwal Kateihoumon SD
Jadwal Kateihoumon, Kunjungan Guru Wali Kelas Jepang ke Rumah Orang Tua Siswa

SekolahJepang.com, Orang tua dan guru merupakan dua dari sekian banyak pihak yang bertanggung jawab dalam pembentukan karakter anak. Bahkan mereka berdua berada di garis terdepan pendidikan karakter, karena anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya bersama kedua orang tua dan guru-guru di sekolah.

“Bayangkan yuk kira-kira apa yang akan terjadi apabila ORANG TUA SISWA dan GURU-GURU SEKOLAH mampu bekerja sama dengan baik dalam jalinan komunikasi yang cantik?”

Nah, itulah yang senantiasa dirajut oleh sekolah-sekolah di Jepang. Kateihoumon adalah salah satu contohnya. Kateihoumon merupakan kunjungan guru wali kelas ke rumah-rumah para orang tua siswa. Sekolah Jepang menjadwalkan kunjungan ini di dalam semester pertama, tepatnya di akhir bulan April sebelum liburan golden week. Sebagai informasi, kalender pendidikan Jepang berawal pada bulan April di hari Senin sesudah hari Minggu pertama dan berakhir di bulan Maret tahun berikutnya. Setelah sekitar dua minggu siswa masuk sekolah, guru wali kelas akan mendatangi semua rumah siswanya sesuai jadwal yang telah ditentukan dan diumumkan sebelumnya.

Di dalam rumah, komunikasi dibangun se-efektif dan se-efesien mungkin —selama 15 menit— antara guru wali kelas dan orang tua. Tanpa basa basi yang tak terkait kondisi anak dan sekolah serta tanpa jamuan minuman dan snak. Seringkali pembicaraan ini dilakukan sambil berdiri di genkan, yakni sepetak ruangan sesudah pintu masuk dan sebelum ruang tamu. Begitulah budayanya. Orang Jepang tak ingin banyak mengganggu privasi orang lain. Mereka pun taat waktu untuk urusan makan siang antara pukul 12.00-13.00 dan minum teh pada pukul 15.00. 

Hari ini penulis menerima tiga guru wali kelas SD: dua guru dalam waktu yang berbeda berkenan ngobrol di ruang tamu selama 12 menit dan 15 menit, serta yang lainnya meminta hanya di genkan. Itupun cukup 7 menit. Semuanya menggunakan bahasa Jepang.

Saat kateihoumon guru wali kelas menyampaikan kondisi anak di sekolah, antara lain: 1) kemampuannya dalam mengikuti pelajaran atau mengerjakan piket-piket sekolah, seperti: menutup jendela dan mengunci pintu kelas setelah pelajaran selesai, membersihkan toilet, memimpin saat pelajaran dimulai; 2) hubungan dengan teman-teman sekelasnya: apakah telah memiliki teman, adakah teman sekelas yang suka berbicara kotor, usil, dan sejenisnya. 3) permasalahan lain yang dihadapi.

Formulir kateihoumon sebelum kunjungan guru wali kelas Jepang ke rumah orang tua siswa
Formulir Kateihoumon sebelum Kunjungan Guru Wali Kelas Jepang ke Rumah Orang Tua Siswa

Mulai tahun ini, sekolah membagikan formulir khusus yang harus diisi oleh para orang tua sebelum guru wali kelas berkunjung ke rumah. Para orang tua diminta menuliskan: 1) Karakter anak: apakah karakter bagusnya dan keluhan/masalahnya apa; 2) Pelajaran yang disukai dan yang sulit dikerjakan; 3) Lain-lain, seperti: hal apakah yang dikhawatirkan oleh siswa atau hal-hal umum lainnya. 

Komunikasi antara guru wali kelas dan orang tua tidak hanya berhenti di sini saja. Pasca kateihoumon orang tua akan diminta datang ke sekolah pada pertengahan dan mendekati akhir tahun ajaran. Sama kejadiannya saat kateihoumon, hanya saja tempatnya di ruang kelas tempat wali kelas mengajar. Tentunya perkembangan siswa terbaru akan dikomunikasikan.

“Tulisan kanji A-kun bagus, dia juga pandai bergaul dengan teman-temannya, rajin membersihkan toilet sekolah,” ujar seorang wali kelas.

“Enggak kok, B-kun tidak lambat di sekolah. Dia mengerjakan tugas-tugas dengan baik. Saat makan siang bersama juga cepat (sesuai waktu yang tersedia), bahkan kadang bisa tambah,” wali kelas lain berusaha menenangkan orang tua siswa atas kekhawatirannya.

Selain itu, orang tua juga dapat melihat bagaimana guru wali kelas mengajar di dalam kelas dalam acara sankambi yang digelar serempak di semua kelas setiap bulan atau sesuai kebijakan masing-masing sekolah Jepang; mengikuti rapat dan kegiatan PTA (Parent and Teacher Association), menikmati pentas para siswa di tengah dan akhir tahun ajaran, dll. Sik-asik kan?  

“Coba bayangkan lagi, apakah hasilnya apabila ORANG TUA SISWA dan GURU-GURU SEKOLAH mampu bekerja sama dengan baik dalam jalinan komunikasi yang cantik?”

Membentuk karakter anak-anak memang tidaklah mudah. Bukan kerjaan sim salabim! Dan Jepang telah memulainya sejak dini melalui kerja sama yang baik, utamanya para orang tua dan guru-guru di sekolah.

Semoga saja di negeri kita tidak lagi terjadi siswa merasa malu apabila orang tuanya ke sekolah atau jatuh harga dirinya saat guru BP datang ke rumah. BP kan identik dengan anak nakal? Anak saya ada masalah ya? Guru datang ke rumah tidak identik dengan masalah!

Penulis: Atus Syahbudin 

 

68642 x dibaca 🙂 Sahabat punya cerita di tempat lain, yuk kirimkan artikelnya via email ke berita@sekolahjepang.com.

Posted in SD Jepang, SEKOLAH DAN PERNIKNYA, TK Jepang

Artikel Penting Terkait

1 Comment

  1. AdminSekolahJepang

    Komentar via email pribadi dari P**t*n*m. S.Pd:
    sepengetahuan saya dulu waktu sekolah keguruan memang begitulah teorinya. kalau Jepang telah malakukannya itu sungguh merupakan hal baik yang patut kami tiru. kami mendapatkan teori tentang tri pusat pendidikan, bahwa tanggung jawab anak dalam proses pendidikan ada pada tiga pusat yaitu orang tua, sekolah(guru), dan masyarakat. Namun, akhir2 ini memang saya lihat dan alami sendiri, kebanyakan orang tua memasrahkan anak sepenuhnya ke sekolah. kalau anak2 terlibat dalam tawuran, kenakalan, tidak memiliki kesantunan, kurang ajar pada orang tua, pihak ortu maupun masyarakat cenderung menyalahkan sekolah /guru. padahal.. benarkah sikap yang demikian?

    Sementara tanggung jawab pendidikan ada pada tiga pusat tadi. jadi sungguh bagus memang jika orang tua, sekolah/guru, masyarakat turut andil secara bersinergi untuk mewujudkan pendidikan demi generasi masa datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

ようこそ, dapatkan artikel terbaru:

Terima kasih, selamat bergabung. Salam hormat kami, Atus Syahbudin & admin bersama SekolahJepang.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox

Join other followers