Menu Tutup

2 Cara Jitu Menjalin Hubungan Sekolah Jepang dan Sekolah Indonesia

Provinsi kembar Sulsel Ehime sister province
Kunjungan Gubernur Sulsel ke Ehime dalam rangka menuju Provinsi Kembar

Jalinan kerja sama antara sekolah Indonesia dan sekolah Jepang dapat dibangun minimal dengan 2 cara ini: 1) Melalui MoU (Memorandum of Understanding) sebagai kota kembar (sister city) atau provinsi kembar (sister province) atau 2) Melalui relasi pertemanan WNI yang tinggal di dekat sekolah atau kota yang ingin dituju. 

Kerja sama atau kunjungan sekolah Indonesia ke sekolah Jepang dengan cara yang pertama dilakukan dengan menggunakan jalur formal (baca: pemerintahan). Provinsi kembar Yogyakarta dan Kyoto adalah salah satu contohnya. Saat ini Sulsel dan Ehime pun sedang saling menjajaginya (baca selengkapnya di sini). Berdasarkan MoU tersebut sekolah Indonesia di kota atau provinsi dapat dengan mudah bekerja sama atau mengunjungi sekolah Jepang di saudara kembarnya.

Secara teknis:

Langkah pertama: kota atau provinsi di Indonesia supaya mengirimkan surat permohonan terlebih dahulu kepada walikota atau gubernur saudara kembarnya dengan menyebutkan keperluan, nama sekolah yang ingin dituju apabila telah mengetahuinya, waktu, dan jadwal kegiatan selama kunjungan (semakin rinci semakin baik, semisal: jumlah orang yang akan hadir, alamat tempat menginap, dll.).    

Langkah kedua: setelah menerima surat permohonan dan mengkomunikasikannya dengan sekolah yang hendak dituju, pihak kota atau provinsi di Jepang akan memberikan informasi selanjutnya. Demikian seterusnya. Perlu diingat bahwa surat penerimaan kunjungan di Jepang akan berguna guna pengurusan visa di Kedutaan Besar Jepang di Indonesia.

Sahabat ingin cara lain untuk menjalin hubungan antara sekolah Indonesia dan sekolah Jepang? Cara kedua, yakni melalui relasi pertemanan WNI yang tinggal di dekat sekolah atau kota yang ingin dituju bisa menjadi alternatif. Ya betul:

Langkah pertama adalah Sahabat harus memiliki kontak dengan WNI yang tinggal di Jepang yang dapat membantu mengakses sekolah yang dituju. WNI tersebut antara lain mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (silahkan mendapatkan kontak PPI di setiap kota/provinsi di Jepang via website PPI Jepang atau milis PPI Jepang), para pekerja magang (kenshusei) dan perawat (kangoshi), WNI yang menikah dengan orang Jepang, pejabat KJRI Osaka atau KBRI Tokyo dan lain-lain.   

Langkah kedua: menyampaikan informasi detail mengenai kerja sama atau kunjungan tersebut kepada kontak yang berada di Jepang. Perlu digarisbawahi mengingat cara kedua ini bersifat informal tentu sangat tergantung pada kedekatan Sahabat dengan kontak tersebut, Juga waktu luang, jaringan dan kemampuan bahasa kontak tersebut. Pilihan menjalin kontak dengan PPI bisa jadi menjadi alternatif terbaik.

Apabila kunjungan tersebut bersifat individu, sebenarnya tersedia banyak program berbeasiswa yang dikelola baik oleh pemerintah Jepang (semisal: MEXT, JASSO, JENESYS, dll.) maupun swasta. Sahabat pun bisa memanfaatkan cara ini. 

Demikian, selamat mencoba Sahabat 🙂


Penulis: Atus Syahbudin

16169 x dibaca 🙂 Sahabat punya cerita di tempat lain, yuk kirimkan artikelnya via email ke berita@sekolahjepang.com.

Posted in MoU Sekolah Jepang, SD Jepang, SEKOLAH DAN PERNIKNYA

Artikel Penting Terkait

2 Comments

    • AdminSekolahJepang

      Sahabat Novian, memang betul sudah banyak yang bergandengan erat dengan sekolah Jepang. Sebagian lagi masih ingin sekali menjalinnya. Mereka masih bingung akan memulainya dari mana. Sukses ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

ようこそ, dapatkan artikel terbaru:

Terima kasih, selamat bergabung. Salam hormat kami, Atus Syahbudin & admin bersama SekolahJepang.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox

Join other followers