Menu Tutup

4 Strategi Siswa GNBS Pilih Program Studi

Siswa Genrus Nusantara Boarding School (GNBS) disambut oleh Sekretaris Prodi Kehutanan, Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. di Gedung Rektorat UGM

Melanjutkan kuliah di kampus-kampus tenar dunia adalah idaman para pemburu beasiswa. Tetapi, sebagiannya gagal menggapai cita-citanya gara-gara miskin persiapan. Selain persyaratan administrasi, serta TPA dan TOEFL (yang diminta oleh sebagian kampus), tes akhir di bangku wawancara seringkali meminta calon mahasiswa menguasai program studi yang dituju. Lebih rinci penguasaannya, maka akan semakin baik. Berikut ini 5 strategi agar dapat mengetahui dan membedakan ribuan program studi di dunia,  baik luar maupun dalam negeri:

1. Kunjungan Kampus.

Kunjungan kampus, sebagaimana yang dilakukan oleh siswa SMA Genrus Nusantara Boarding School (GNBS) Kendal, Jawa Tengah ke UGM  merupakan cara paling jitu untuk menggali semua informasi secara langsung mengenai kampus tujuan. Pilihan pun dapat dimantabkan pada waktu itu berkat keshahihan penjelasan dan forum tanya jawab. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Okfian Setiaji, S.Pd. yang didampingi oleh Dita Nur Intani mengakui akan hal ini. Okfian ingin melalui kunjungan kampus ini 17 siswa kelas XII yang turut serta semakin mengenali kampus UGM sehingga siswa lebih termotivasi dan menyiapkan diri agar dapat tembus UGM. Rombongan siswa GNBS mengelilingi hampir seluruh fakultas di UGM sejak pagi hingga sore hari (17/12).

Kunjungan kampus memang menjadi jurus jitu dalam rangka meningkatkan semangat, motivasi dan pengetahuan. Secara fisik, berbagai fasilitas pendidikan dapat dilihat-lihat. Bila beruntung, dosen-dosen dapat ditemui pula.

Memang memerlukan persiapan matang dan biaya yang tak sedikit. Terlebih lagi bila mengunjungi kampus-kampus di luar negeri. Walau sebenarnya, kesempatan kunjungan kampus ke luar negeri dapat ditempuh melalui beasiswa exchange student, seminar internasional, dan masih banyak cara lainnya.

2. Nasehat Motivasi

Beberapa kasus kegagalan ditengarai akibat kurangnya motivasi untuk melanjutkan kuliah. Motivasinya rendah, bahkan tidak ada sama sekali. Sesekali nasehat motivasi perlu diberikan untuk (a) meluruskan dan mempertebal niat; (b) menggugah semangat agar lebih membara, lebih sungguh-sungguh dalam menggapai asa; (c) menambah wawasan agar semakin luas bahwa cita-cita ini dan itu mungkin lho dicapai, sangat bisa asal fokus dan ada kemauan kuat; (d) bertanya langsung pada ahlinya. Selain penyampaian motivasi dalam kelas khusus, sebenarnya kunjungan kampus bagus juga untuk dimanfaatkan sekaligus mendapatkan nasehat motivasi.

Dampaknya lumayan besar. Alfina Revananda, salah satu siswi SMA GNBS merasakan sendiri hal ini.

“Saya tidak takut untuk bermimpi. Saya semakin yakin dan termotivasi untuk melanjutkan studi ke UGM,” ujarnya.

Hal ini gayut dengan penjelasan Sekretaris Program Studi Kehutanan UGM Atus Syahbudin saat memotivasi para siswa GNBS untuk berani bercita-cita besar tembus UGM, terus bersemangat dan menyertakan doa dalam setiap usahanya. “Belajarlah sungguh-sungguh sebagaimana Ayah/Ibumu bekerja dan sertakan dalam setiap langkah ikhtiar doa mustajab Ayah/Ibumu. Biarlah Allah pada akhirnya nanti yang menentukan hasil terindah buatmu,” papar Atus.

Selanjutnya, siswa harus tekun belajar untuk mewujudkan cita-citanya. “Gombal itu kalau hanya bercita-cita ingin masuk UGM, namun tidak melakukan apa-apa. Itu hanya bermimpi saja,” tambah Atus. Dengan tekun belajar, terutama berlatih mengerjakan contoh soal-soal ujian, maka siswa akan lebih mudah mengerjakannya. Sejumlah program studi pun akan banyak yang bisa dipilih.

3. Googling Program Studi

Pemilihan program studi seharusnya disesuaikan dengan bakat dan minat, serta kemampuan ekonomi orang tua. Apabila sesuaibakat dan minatnya, maka akan ringan menjalaninya. Di samping itu, tingkat persaingan antar program studi harus dipertimbangkan masak-masak. Siswa pandai memang lebih mudah memilih. Namun, siswa tak pandai pun memiliki peluang untuk lolos asal strateginya benar. Mengurutkan program studi sesuai tingkat keketatan peminat seharusnya dilakukan. Pun Googling berbagai program studi mengenai mata kuliah yang ditawarkan, peluang kerja, dan tingkat persaingannya. Tentukan pula apakah harus program studi tertentu saja walaupun kampusnya berbeda-beda ataukah hanya satu kampus saja dan tidak masalah apapun program studinya.

4. Brosur Kampus

Mengenal berbagai kampus dapat pula dengan membaca dan mempelajari brosur-brosur yang dibagikan. Biasanya visi dan misi kampus tercantum di sana. Ada juga nama-nama program studi dan beberapa mata kuliah, serta biaya yang harus dibayarkan. Sayangnya, mengingat keterbatasan tempat, belum semua informasi disajikan. Apabila kunjungan kampus belum memungkinkan dilakukan, maka googling website kampus akan melengkapi informasi tersebut.

Demikian, sementara ini baru 4 strategi dulu yang bisa dicoba-coba untuk menggapai kampus idaman, terutama kampus-kampus dalam negeri. Lain waktu, informasi lainnya akan ditambahkan.

21 x dibaca 🙂 Sahabat punya cerita di tempat lain, yuk kirimkan artikelnya via email ke berita@sekolahjepang.com.

Posted in LAIN-LAIN

Artikel Penting Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

ようこそ, dapatkan artikel terbaru:

Terima kasih, selamat bergabung. Salam hormat kami, Atus Syahbudin & admin bersama SekolahJepang.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox

Join other followers